Real Madrid vs Liverpool akan menjadi final goalfest Liga Champions

ROMA, Italia – Menginginkan gol di Kiev pada 26 Mei : Real Madrid versus Liverpool dapat sampai yang tidak terpikirkan serta selesai menjadi final dengan score paling tinggi dalam histori Piala Eropa. Kemenangan Real 7-3 atas Eintracht Frankfurt pada tahun 1960 tetap jadi salah satunya sinyal yang tidak pernah terhapus dari buku rekor. Lagi juga, ada kebanyakan team serta pelatih yang bertahan dengan defensif di masa moderen karena scorelines hilang ingatan semacam itu berlangsung lagi dalam permainan sebesar itu.

Tetapi apa itu betul-betul mengagetkan bila Madrid serta Liverpool share 10 atau lebih gol di ibukota Ukraina akhir bulan ini? Liverpool sudah cetak 40 gol dalam pertandingan musim ini, sesaat beberapa pemegangnya sudah sampai 30 gol. Ditambah lagi, empat pencetak gol paling banyak dalam pertandingan mewakili dua club : Cristiano Ronaldo memimpin dengan 15, dengan Mohamed Salah serta Roberto Firmino pada semasing 10. Satu lagi merupakan Sadio Mane, yang gol pertamanya pada Rabu buka jalan buat Liverpool untuk tutup kemenangan agregat 7-6 atas Roma.

Di ujung lainnya, pertahanan tidak memberikan keyakinan sudah lihat Real mengaku 12 musim ini serta Liverpool sembilan ; pintu air, nampaknya, terbuka di ke-2 ujung lapangan saat mereka bermain, jadi bersiap-siaplah untuk perjalanan dengan buku-buku putih di Stadion Olympiyskiy. Ini merupakan kompetisi final kelas berat classic, yang pas untuk kota yang walikotanya tidak lainnya merupakan bekas juara dunia Vitali Klitschko. Real akan mulai menjadi favorite kecil waktu mereka berupaya memenangi Liga Champions ke-3 beruntun serta Piala Eropa ke-13 mereka keseluruhannya.


Liverpool, selain itu, bisa berjalan maju dari Barcelona serta Bayern Munich dengan mengklaim titel ke enam, yang bermakna mereka akan membuntuti cuma lawan mereka di Kiev serta tujuh kali pemenang AC Milan dalam daftar club pertandingan yang sangat sukses. Gim ini bisa menjadi ulangan final tahun 1981, yang lihat Liverpool menang 1-0 di Parc des Princes di Paris, karena gol Alan Kennedy. Tetapi, cuma lebih dari tiga minggu dari kompetisi besar, siapa yang memegang kesetimbangan kekuasaan? Real bukan lagi baju serba kuat yang menaklukkan Atletico Madrid serta Juventus di final 2016 serta 2017. Kekurangan mereka diungkap oleh Juve di perempat final serta oleh Bayern saat kompetisi tegang 2-2 pada kompetisi semi final ke-2 di Santiago Bernabeu.

Gareth Bale sudah kehilangan keyakinan dari manajer Zinedine Zidane, sesaat kiper Keylor Navas rawan pada kekeliruan serta, di jantung pertahanan mereka, Sergio Ramos tidak mempunyai partner yang bisa dihandalkan. Bahkan juga Ronaldo, waktu tampil di kompetisi besar seringkali dibanding tidak, masih diam oleh Bayern serta pemain berumur 33 tahun itu nampaknya rasakan kemelut musim yang panjang. Real akan mengharap untuk tembus pertahanan Liverpool, terpenting bila Isco, Marco Asensio serta Karim Benzema benar bisa mensupport Ronaldo, tapi Jurgen Klopp akan kembali garis depan Salah, Firmino serta Mane untuk ambil keuntungan dari kekurangan pertahanan Real.

Jumlahnya kombinasi trio dari 29 musim ini gerhana tinggi awal mulanya untuk kemampuan mogok tiga-cabang dari 28, diputuskan pada 2013-14 oleh Ronaldo, Benzema serta Bale. Tidak ada permasalahan Liverpool di belakang, walau mereka sudah menyusut semenjak penandatanganan Virgil van Dijk sejumlah £ 75 juta pada bulan Januari. Roma cetak enam gol dalam dua kompetisi menantang mereka serta orang Italia dapat, serta mungkin saja semestinya, sudah sukses semakin banyak di leg ke-2. Liverpool tidak dapat mengharap menang di Kiev bila mereka bermain lewat cara yang sama menantang Real. ” Permainan itu liar, ” Klopp mengaku. ” Mereka ambil semua resiko serta kami menghukumnya dengan serangan balik, tapi lalu kami memberi satu gol.

Terdapat beberapa ruangan, tapi lalu baris paling akhir kami sangat dalam serta Anda tidak dapat bermain semacam ini. Saya lupa score! Itu 7-6 kan? Mengagumkan! ” Kedua pihak mempunyai kemampuan serta kekurangan yang hampir sama, tapi satu ruang dimana bagian Spanyol tidak disangsikan kuat merupakan posisi tengah, dengan beberapa orang seperti Casemiro, Toni Kroos, Mateo Kovacic serta Luka Modric di pembuangan Zidane.Jordan Henderson, Georginio Wijnaldum serta James Milner tawarkan daya, keuletan serta prinsip, tapi Real mempunyai pemain untuk mengatur permainan serta menguasai kepemilikan di dalam lapangan. Cedera pada Alex Oxlade-Chamberlain serta Emre Can merupakan pukulan besar buat Klopp, serta perjuangan Adam Lallana untuk kesehatan menyanggah manajer Liverpool alternatif lain, walau pemain Inggris itu dapat ada di Kiev.
Mereka mungkin saja mulai menjadi tidak diunggulkan, tapi Liverpool mempunyai keberanian serta kecepatan untuk menyakiti Real serta akan tidak melancong dengan perasaan rendah diri. Itu dapat jalan baik, tetapi bagaimanapun selesai, akan ada arah.

Baca Juga :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *